Para upliner (leader) VGMC bersiap-siaplah menunggu giliran

Berita yang dihembuskan dari pihak VGMC adalah ECMC adalah tiruan VGMC, padahal ECMC juga bilang begitu. Tapi siapa meniru siapa, tidak masalah, yang jelas ECMC sudah masuk ke pintu kehancuran digerogoti usia scam sistem ponzi. Lihat berita di KONTAN:

http://investasi.kontan.co.id/news/ecmc-masuk-radar-satgas-investasi

Melihat komen komentar di berita itu, saya jadi miris, para leader / upliner (baca: istilah yang tepat bukan leader tapi dedengkot atau gembong atau bandar) ECMC sudah menjadi bulan-bulanan para downliner.

Karena ada kemiripan mendekati seratus persen dalam cara kerja antara ECMC dan VGMC, maka sebentar lagi VGMC akan masuk berita KONTAN dengan topik yang serupa. Nanti akan ada berita bandar diserbu para petaruh pengikut bawahan.

Ikut sistem scam berbasis mlm dan ponzi semacam ini memang ibarat orang mengkonsumsi psikotropika/ganja/dsb, setelah ikut di dalamnya, mereka akan tidak bisa sadar, mereka akan selalu merasa manfaatnya, nyaman, segaar, nikmat luar biasa, mereka akan merasa bahawa itu bukan penipuan, kalau mereka diperingatkan akan balas mengancam dan menyalahkan, dan mengatakan bahwa peringatan itu adalah pitnah, dsb….  padahal psikotropika dsb itu sangat membuat orang ketergantungan dan ketagihan dan membutakan akal sehat, membuat orang sulit keluar dari sana, dan lambat atau cepat akan menggerogoti dan menghancurkan (jasmani dan rohani) orang yang ikut di dalamnya.

Terus ada yang bilang dari salah satu dedengkot ECMC begini, “Tapi kan saya tidak pernah rugi, malah saya sudah kembali modal, dan sudah untung berlipat-lipat. Kalau memang ECMC itu scam dan menipu, pasti saya tidak bisa dapat untung dan tidak dapat kembali modal. Lihat tuh (sebagai bukti) mobil mewah saya sudah ada sepuluh biji, garasinya ajah udah gak muat! Gua juga udah berhasil bikin rumah bertingkat-tingkat!!! Gua juga sudah umproh tiap tahun ke Mokah. Gua alhamdulillah, gua gak menipu dan gak merasa tertipu.”

Terus ada salah satu downline menjawab, “Iya, meskipun situ udah balik modal, tapi para bawahan Lo pada modar!!!! Bisa lihat nggak sih Lo????? Para bawahan Lo itu yang datang belakangan pada modar!!!! Jadi Lo (misih tetep aja gak bisa paham dan mau bilang) gak menipu, yah? Dengkul Lo Lo taroh di mana sih? Otak Lo masih ada isinya nggak sih?”

Ok, sekarang mari kita arsip berita dari KONTAN tersebut di sini:

BERITA INVESTASI
BeritaInvestasi Komoditas, HOME ECMC masuk radar satgas investasi

SKEMA INVESTASI
ECMC masuk radar satgas investasi
Oleh Narita Indrastiti – Kamis, 23 Agustus 2012 | 07:59 WIB

KomentarTelah dibaca sebanyak 18603 kaliKomentar

 
JAKARTA. Daftar perusahaan yang masuk radar pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi, bertambah panjang. Incaran terbaru Satgas Waspada adalah PT East Cape Mining Corporation (ECMC) Indonesia.
Satgas Waspada, Rabu (15/8) lalu, memanggil manajemen perusahaan tersebut untuk menjelaskan skema bisnis mereka. Namun tanpa memberikan alasan jelas, manajemen ECMC tidak memenuhi panggilan tersebut.
Sardjito, Kepala Satgas Waspada Investasi yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Penyidikan dan Penindakan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), menjelaskan, ECMC Indonesia, sebenarnya, sudah masuk dalam pantauan Satgas, sejak tahun lalu. Adalah pengaduan dari masyarakat yang merasa dirugikan yang memicu perhatian Satgas ke perusahaan itu.
Dari hasil penelusuran KONTAN, perusahaan ini memiliki sejumlah website, di antaranya http://www.eastcapemc.com, ecmc-indo.com dan http://www.ecmc-indonesia.com.
Dalam situs http://www.ecmc-indo.com, terpampang surat keterangan domisili perusahaan PT ECMC Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan umum dan jasa. Atas nama Damayanti, perusahaan ini menyewa gedung perkantoran di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pada bagian paling bawah website ini, tertulis disclaimer bahwa website ini hanya mendukung downline mereka di East Cape Mining Corporation Ltd. Artinya, website ini tidak bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan ECMC Ltd.
ECMC Ltd. mengklaim telah beroperasi sejak tahun 2005 dan memiliki kantor pusat di London, Inggris. Mereka juga mengklaim memiliki perusahaan tambang emas yang berlokasi di Afrika Selatan.
Dalam situsnya, ECMC menawarkan Convertible Preferred Stocks (CPS). Menurut ECMC, itu adalah instrumen investasi berbentuk saham preferen. Investor terlebih dahulu harus membeli CPS minimum sebanyak 600 saham dan maksimum 250.200 saham. Pemegang saham ini berhak mendapatkan dividen tetap tiap bulan.
CPS ini bisa ditukarkan dengan saham biasa ECMC, jika perusahaan memutuskan untuk go public. ECMC Ltd. mengaku akan melakukan initial public offering (IPO) pada 2014. Hingga berita ini ditulis, KONTAN belum berhasil menghubungi pihak ECMC Indonesia.
Skema tidak jelas
Skema investasi yang terpampang di website perusahaan itu, memang tidak begitu jelas. Ichwan, seorang investor ECMC Indonesia bercerita, bergabung sebagai investor sekitar Februari 2012. Menurut Ichwan, skema awal yang ditawarkan ECMC adalah membeli emas dengan hitungan lot. Saat itu, satu lot emas seharga Rp 5 juta.
Setiap investasi 1 lot emas, investor dijanjikan mendapat dividen 1 gram emas, per bulan, atau setara 10% dari investasi awal. “Dividen baru bisa diambil kalau sudah berinvestasi 10 lot emas,” ujar dia, Rabu (22/8).
Namun, sekitar dua bulan lalu, ECMC Indonesia menawarkan skema lain, yakni kepemilikan CPS. Tawaran baru itu muncul, seiring klaim ECMC telah melakukan penawaran saham perdana pada Juli 2012 di London Stock Exchange (LSE). Namun, sejauh pantauan KONTAN, tidak ada perusahaan dengan nama itu tercantum di LSE.
Ichwan curiga, investor yang sudah mendapat untung dari investasi menurut skema lama, tidak bisa menarik kembali modal awalnya.
Ichwan pun mengurungkan niat untuk menambah investasi dan berusaha unsubscribe kepemilikan emasnya agar uangnya bisa kembali sejak 24 Mei 2012. “Sampai sekarang dana saya belum masuk ke rekening saya,” tutur dia. Padahal, janji awal ECMC, investor hanya perlu waktu 45 hari untuk melakukan unsubcribe modal awal.
Ibrahim, Analis Harvest International Futures, menduga, ECMC mencari nasabah untuk bagi hasil keuntungan. Dia bilang, investasi dengan pembagian dividen secara tetap seperti itu, tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan derivatif.
Apalagi jika dividen dibagikan tiap bulan. Menurut Ibrahim, jika benar perusahaan itu berasal dari luar negeri, itu pun sangat berisiko. Sebab, sulit melacak pihak yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh investor.
“Perusahaan ini juga ditengarai belum mendapatkan izin resmi dari lembaga berwenang,” ujar Sardjito. Dia berharap, pengelola perusahaan itu memenuhi panggilan Satgas dalam waktu dekat. Bagi masyarakat, diharapkan tetap waspada saat ditawarkan skema dengan iming-iming return tinggi.

 

0 KomentarTelah dibaca sebanyak 18603 kaliKomentar

 

 

 

3 responses to “Para upliner (leader) VGMC bersiap-siaplah menunggu giliran

  1. Undang-Undang nomor 10/2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi menyebutkan, selama belum berizin, individu/institusi diharamkan memobilisasi dana masyarakat dalam bentuk kontrak investasi. izin adalah salah satu mekanisme perlindungan nasabah/investor, terlebih jika kelak terjadi masalah.

  2. Hati-hati dengan segala penipuan berkedok investasi yang memberikan iming-iming return yang tinggi… baik secara langsung maupun via on-line,mereka adalah perusahaan yang TIDAK MEMILIKI IZIN dari Bapepam-LK, Bappebti, ataupun BI untuk melakukan kegiatan penghimpunan dana, pengelolaan investasi dan pemberian nasihat investasi.

Beri Tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s