Yang ikut VGMC adalah orang-orang yang suka tantangan dan jalan pintas

Yang ikut VGMC adalah orang-orang yang suka tantangan dan jalan pintas. Kalau ada yang pernah menjadi ulama atau penuntut ilmu agama, pastilah mereka itu sudah melepaskan keulamaan dan ilmu agama mereka, terutama agama Islam. Bukankah orang yang mengaku Islam dan beragama Muslim setiap langkah mereka selalu mereka perhitungkan. Pertimbangan pertama kali adalah apakah perbuatan tersebut dibolehkan, kurang disukai, disukai, dilarang, atau diwajibkan.

Perbuatan mendaftarkan diri menjadi pasukan VGMC dengan menyetor taruhan minimal sekitar 10 juta rupiah dan maksimal tidak terbatas adalah perbuatan yang menurut orang muslim yang biasa sebagai perbuatan yang kurang disukai, meragukan. Tidak ada landasan sareat yang bisa dipakai untuk mendasari perbuatan bermain di VGMC. Bahkan, perbuatan ini ada kemiripannya dengan berjudi. Betapa tidak, dengan menyetor taruhan sebesar itu, bahkan ada yang rela utang Bank, kepada bandar VGMC lewat agen-agen yang sebelumnya sudah termakan prospek VGMC oleh agen-agen terdahulu, mereka merelakan uang mereka untuk hilang tanpa ada yang bisa mereka tuntut.

Benar, sampai tulisan ini dibuat, para agen VGMC masih mendapatkan kemenangan dan bisa nembus dapat uang rutin. Ketika kondisi ini terjadi, ini artinya ada indikasi bahwa sistem rantai pohon keanggotaan yang mereka bangun masih berhasil menjerat tumbal-tumbal baru untuk mereka taruh di simpul-simpul bawah dari bangunan pohon VGMC itu. Tentu saja agen-agen yang pandai bicara dan pandai meyakinkan orang lain akan cepat bisa membangun tumbal-tumbal yang bisa mereka taruh di dalam simpul-simpul pohon di bawah mereka, karena salah satu mekanisme untuk memenangkan uang adalah dengan menarik dan memprospek dan memasukkan anggota baru lewat nomor referal mereka. Apalagi ada iming-iming dapat uang 10% juga, kalau tidak salah, bagi setiap anggota VGMC yang sudah berhasil menjerat anggota baru di bawah referensi mereka.

Menurut mereka yang sudah anti dan kapok dengan sistem semacam VGMC ini, dana segar yang dihisap dari tumbal-tumbal baru inilah yang dibagi-bagikan ke atas kepada para agen VGMC. Para fundamentalis VGMC menyebut uang yang dibagi-bagikan ini sebagai “return dari investasi mereka”. Mereka pun mencuri istilah dari dunia keuangan konvensional, seperti investasi, return, saham, saham preferens, IPO, dan sebagainya. Istilah-istilah ini mereka pakai ke dalam sistem mereka untuk mendeskripsikan VGMC. Cara seperti ini sangat efektif untuk menjerat mangsa baru yang awam.

Orang awam yang terjerat biasanya bermodal nekat dan beriman sepenuhnya kalau uang yang mereka pasang di VGMC akan menghasilkan anak dalam persentase katanya 10% per bulan. Orang awam ini pun ada yang beruang dan tak beruang. Yang beruang biasanya akan menyisihkan sebagian uangnya, mungkin dengan niat untuk buang sial, siapa tahu yang dijanjikan VGMC benar. Tapi  kalau orang awam ini tidak beruang, dan kalau sudah terjerat, biasanya mereka juga berani nekat untuk meminjam uang dari Bank. Ini karena bunga bank jauh di bawah janji persentase kemenangan uang yang dihasilkan dan dijanjikan oleh sistem VGMC.

Di sistem VGMC sebagian uang yang terkumpul ini tentu akan diplanning sedemikian hingga untuk keperluan mempengaruhi publik. Gala dinner, presentasi, dengan mendatangkan artis-artis beken dan keren pun digelar di kota-kota besar di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dsb. Untuk memperbesar image dan pengaruh, tidak segan-segan acara ini dipublikasikan di berbagai media dan direkam videonya untuk disimpan di Internet. Video semacam ini menjadi alat yang sangat ampuh dan efektif untuk meyakinkan calon tumbal /korban baru agar goyah dan terpengaruh oleh iming-iming yang syuuuur, sangat mengoda dan menggoyang serta meruntuhkan iman!

Betapa tidak, dengan sejumlah uang tertentu, tiap bulan tanpa harus ada unsur kerja, ongkang-ongkang, sudah dapat uang rutin yang besarannya jauh di atas gaji orang yang bekerja baik sebagai pegawai negeri maupun swasta.

Akhirnya, kami berpesan, mari kita tingkatkan kesabaran kita dalam mendatangkan dan menjemput rejeki kita. Jangan sampai kita terpeleset dalam sistem VGMC dan sistem-sistem serupa yang mirip dengan VGMC ini. Himbauan ini memang bukan datang dari seorang presiden RI yang terhormat Bapak Soesilo Susilo Bambang Yudhoyono Yudoyono, tapi dari seorang yang benar-benar prihatin (maaf Pak Presiden, kami meminjam istilah Bapak) mengapa VGMC masih hidup. Kami berharap agar permainan VGMC ini segera berakhir. Kami berharap agar para agen VGMC segera menyelesaikan urusannya untuk secara besar-besaran tobat dan sadar dari perbuatan nekat, emosional,  dan di luar kendali akal sehat manusia.

Kepada rekan-rekan yang belum terpengaruh oleh VGMC, kuatkan diri Anda untuk mengatakan tidak kepada ajakan, iming-iming, dan rayuan untuk bergabung ke dalam VGMC. Konsentrasikan kepada dunia nyata dan amal nyata di dunia ini. Segala sesuatu yang tidak masuk akal seperti VGMC ini jangan sampai membuat Anda semua lupa dan kehilangan akal sehat dan kesadaran sebagai manusia.

Kalau Anda beragama muslim / Islam, tolong konsultasi terlebih dahulu dengan ulama yang kompeten. Ini penting biar selamatnya Anda itu bukan hanya di dunia ini saja, tapi juga di setelah di dunia ini.

Terakhir sekali, maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman yang sudah terlanjur dibelenggu dan diikat dalam sistem VGMC kalau teman-teman tersinggung dengan tulisan saya di atas.  Untuk keluar dan bertobat dari situ memang sulit yang teramat sulit, tapi hal itu bukanlah hal yang mustahil.

Beri Tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s